Kamis, 16 Februari 2012

Masalah yang Sering Terjadi Pada Power Steering Mobil

Power Steering adalah Piranti power steering di mobil selain berfungsi memberi kemudahan serta menyuguhkan kenyamanan dalam pengendalian setir mobil. Berkat peranti ini juga, pengemudi tidak perlu bersusah payah untuk memutar setir saat ingin memutar haluan atau ingin memutar arah mobil.

Namun power steering ini harus dengan perawatan yang lumayan diperhatikan. Yang paling diutamakan saat Anda parkir, usahakan ban harus lurus dan sejajar. Piranti penting tidak penting karena bahkan, power steering yang rusak atau tiba-tiba seret dan berat bisa berpotensi memicu kecelakaan. Untuk itu, mengenali potensi dan gejala masalah di power steering serta cara penyelesaiannya sangatlah perlu.

Mungkin banyak masalah yang sering terjadi pada Power Steering :

1. Power steering berisik atau mendengung
Selama menangani permasalahan power steering mendengung, penyebab yang paling kerap ditemui ada dua. Keduanya adalah selang yang telah aus dan pompa bocor.

Misalnya saat power steering terasa berat, ini karena selang yang telah aus, terutama banyak rajutan benang yang putus, sehingga mengganggu aliran fluida. Seretnya aliran cairan itulah yang menyebabkan getaran dan suara mendengung. Disarankan secara rutin memeriksa kondisi selang tersebut dan segera ganti bila selang tersebut telah aus. Pasalnya, bila dibiarkan, kerusakan akan merembet ke bagian lain.

Penyebab kedua, yaitu pompa yang bermasalah. Akar kerusakan peranti ini adalah oli yang bocor. Akibat kebocoran itu, dinding pompa yang saling bergesekan dengan blade rusak. Hal itu lantaran mereka saling bergesekan tanpa ada pelumas.

Jadi, segeralah bawa ke bengkel bila menemui gejala masalah tersebut. Periksa dan segera ganti selang yang bocor.

2. Putaran power steering berat
Ada beberapa hal yang menyebabkan power steering berat.

Pertama, tekanan dari pompa yang tidak maksimal karena telah aus. Hal itu bisa terjadi karena adanya kebocoran pada selang oli atau minyak power steering tersebut. Disarankan segera lakukan penggantian selang bila selang telah rusak

Kedua, oli atau minyak yang telah habis. Cara kerja power steering hidrolik sangat tergantung pada keberadaan oli pelumasnya. Pasalnya, cairan itulah yang memberikan tekanan fluida, sehingga pompa dan komponen lainnya di sistem power steering bekerja satu sama lain.

Ketiga, seal di rak pinion tidak dalam posisi yang tepat. Ketidaktepatan seal atau worm steering dapat menimbulkan kebocoran minyak atau oli tersebut. Sehingga menyebakan tekanan oli juga kurang kuat otomatis putaran power steering pun semakin berat.

Keempat, baut rack pinion atau worm steering terlalu kencang. Baut yang terlalu kencang akan menyebabkan putaran power steering berat, meski oli lancar mengalir. Karena itu, segera setel ulang bila menemui gejala itu.

Kelima, ball joint telah aus. Bila peranti itu telah aus yang ditandai dengan kondisi kering, segera ganti.

Cara Kerja Karburator Mesin Terlengkap

Pada waktu sepeda motor dihidupkan piston dalam silinder melakukan langkah hisap, hisapan ini membuat udara dari luar masuk ke dalam karburator. Kecepatan udara mengalir melewati spuyer kecil, sehingga mengakibatkan tekanan udara mejadi rendah, akibatnya bensin dalam ruang pelampung ikut terhisap naik keluar melalui spuyer kecil.

Bensin yang naik keluar bercampur dengan udara menjadi kabut/gas yang merupakan campuran udara dengan bensin. Gas ini akan masuk ke dalam ruang bakar di mesin untuk kemudian dibakar. Prinsip kerja karburator sebenarnya hampir mirip dengan semprotan obat nyamuk.

Tingkat kecepatan putaran mesin dapat dibagi atas 4 tahap yaitu ;
1.Putaran stasioner (langsam) : Pada posisi ini handle gas tidak diputar atau lepas gas, pada putaran ini dipengaruhi oleh sekrup penyetel udara dan sekrup penyetel gas. Bila putaran mesin tidak normal, maka penyebabnya adalah kedua sekrup penyetelan itu. Pada putaran ini pula yang bekerja adalah spuyer kecil atau pilot jet, sedangkan main jet sama sekali tidak bekerja. Bensin hanya memancar keluar melalui pilot jet untuk bercampur dengan udara.

2.Putaran rendah : Pada saat ini posisi handle gas diputar sampai 1/8 putaran, pada putaran ini yang berpengaruh adalah sekrup penyetel udara dan coakan pada skep. Pilot jet / spuyer kecil masih tetap bekerja untuk memancarkan bensin, sementara spuyer besar / main jet ikut memancarkan bensin namun masih dalam jumlah yang lebih sedikit.

3.Putaran menengah : Pada putaran ini posisi handle gas pada putaran 1/8 sampai 3/4, yang berpengaruh pada putaran ini adalah coakan skep dan posisi jarum skep. Pada putaran ini spuyer besar atau main jet bekerja lebih banyak memancarkan bensin , sementara spuyer kecil lebih sedikit memancarkan bensinnya.

4.Putaran tinggi : Posisi handle gas pada putaran 3/4 sampai penuh, yang berpengaruh adalah besarnya lubang spuyer besar/ main jet. Pada saat ini yang memancarkan bensin adalah spuyer besar atau main jet. Sementara spuyer kecil tidak bekerja memancarkan bensin.


Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stock. Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.

Prinsip Kerja

Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.

Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, namun ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi awal menggunakan karburator aliran keatas (updraft), dimana udara masuk melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam intake mainfold; keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter udara; namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.

Mulai akhir 1930-an, karburator aliran kebawah (downdraft) dan aliran kesamping (sidedraft) mulai popouler digunakan untuk otomotif

Saat Beroperasi

Pada setiap saat beroperasinya, karburator harus mampu:

* Mengatur besarnya aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar
* Menyalurkan bahan bakar dengan jumlah yang tepat sesuai dengan aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar sehingga rasio bahan bakar/udara tetap terjaga.
* Mencampur airan udara dan bahan bakar dengan rata dan sempurna

Hal diatas bakal mudah dilakukan jika saja bensin dan udara adalah fluida ideal; tapi kenyataannya, dengan sifat alami mereka, yaitu adanya viskositas, gaya gesek fluida, inersia fluida, dan sebagainya karbrator menjadi sangat kompleks dalam mengatasi keadaan tidak ideal ini. Juga karburator harus tetap mampu memproduksi campuran bensin/udara yang tepat dalam kondisi apapun, karena karburator harus beroperasi dalam temperatur, tekanan udara, putaran mesin, dan gaya sentrifugal yang sangat beragam. Karburator harus mampu beroperasi dalam keadaan:

* Start mesin dalam keadaan dingin
* Start dalam keadaan panas
* Langsam atau berjalan pada putaran rendah
* Akselarasi ketika tiba-tiba membuka gas
* Kecepatan tinggi dengan gas terbuka penuh
* Kecepatan stabil dengan gas sebagian terbuka dalam jangka waktu yang lama

Karburator modern juga harus mampu menekan jumlah emisi kendaraan

Fungsi dan Cara Kerja Karburator

buat teman-teman yang mau download file Fungsi dan Cara Kerja Karburator klik disini!

Kamis, 09 Februari 2012

Merawat Cat Mobil/Motor

Maitenance atau perawatan. Merupakan hal yang sangat pokok yang harus dilakukan seorang pemilik kendaraan bermotor. Posting saya kali ini akan membahas perawatan cat mobil. Berikut hal yang bisa dilakukan.
  1. Hindari terkena cairan kimia yang dapat merusak lapisan cat pada kendaraan. Misalnya cairan oli, minyak rem dan apabila terkena langkah yang harus ditempuh adalah segera dan secepat mengkin menyiramkan air bersih dan dilap sampai tidak ada cairan yang berbekas.
  2. Bila mencuci kendaraan hindari menggunakan cairan yang mengandung detergent karena dapat memudarkan lapisan cat pada bodi kendaraan. Pakailah sabun/shampoo pencuci khusus kendaraan.
  3. Bila parkir kendaraan. Usahakan jangan di jemur dibawah sinar matahari. Hal ini dapat merusak lapisan cat pada kendaraan. Carilah tempat parkir yang terhindar dari kontak langsung oleh sinar matahari.
  4. Bila terkena air hujan bilas kendaraan dengan air bersih kemudian lap hingga bersih. Di cuci lebih baik. Hal ini bertujuan Agar cat pada kendaraan tidak meninggalkan bercak noda biang jamur.
  5. Jangan biarkan kendaraan pada malam hari kontak langsung dengan embun karena dapat mempercepat timbulnya karat. Kalau tidak memiliki garasi dan dan terpaksa di taruh di luar halaman, pakailah penutup/ semacam terpal untuk menghindari kontak langsung dengan embun.

Panas Knalpot Irit BBM


Konsep memulihkan energi panas yang terbuat pada knalpot diubah menjadi listrik

Dua pertiga - sekitar  66 persen – dari energi bensin dan solar yang dibakar di dalam mesin, terbuang dalam bentuk panas. Panas tersebut sebagian besar terbuang melalui  knalpot, sisa ke sistem pendingin (radiator).
Nah, seperti Kinetic Energy Recovery System (KERS) pada F1 atau rem regenaratif pada mobil hibrida, para ahli juga ingin “memulihkan” energi terbuang tersebut untuk dimanfaatkan kembali. Memang tidak mudah, namun para periset dari perusahaan energi dan juga produsen mobil berusaha melakukan.

TEG Seperti KERS dan rem regeneratif - energi kinetik diuban menjadi listrik – pada knalpot energi panas diubah menjadi listrik. Untuk mengubahnya, diperlukan bahan atau alat yang disebut thermoelectric generator (TEG). Problem utama yang dihadapi para ahli dan periset sekarang ini adalah materi dasar. Materi semikonduktor yang digunakan efisiensi masih sangat rendah dan harganya mahal. Inilah yang membuat, produsen mobil kurang tertarik mengembangkannnya.  
Kendati demikian, para periset saat sedang mencoba memasang prototipe pertama TEG untuk dipasang pada kendaraan komersial dan SUV. Kebutulan, materi atau alat tersebut dikembangkan oleh perusahaan independen, yaitu BSST di Irwindale, California. Perusahaan mobil yang mengembangkan sendiri TEG adalah General Motors (GM) dan BMW.
BSST berencana sudah bisa menghasilkan prototipenya yang akan dites pada BMW dan Ford pada tahun ini. Sedangkan GM mencobanya pada SUV Chevrolet.

Materi
BSST menggunakan material baru, yaitu bismuth telluride, terdiri dari tellurium yang langka dan bekerja hanya di atas 250 derajat celcius. Sedangkan bahan yang dibutuhkan bekerja pada 500 derajat celcius. BSST juga menggembangkan bahan termoelekrik lainnya, yaitu campuran hafnium dan zirconium yang bekerja  pada suhu tinggi dan efisiensi kerjanya mencapai 40 persen.
Para periset GM yang sedang memasang prototipe terakhir TEG - dinilai lebih menjanjikan – menyebut bahannya dengan “skutterudites”. Dijelaskan bahan ini lebih murah dari tellurides, kemampuan kerjanya juga lebih baik pada suhu tingi. Berdasarkan tes pada Chevrolet Suburban, alat
Skutterudites terdiri dari campuran kobal arsenida (cobalt arsenide) dengan tambahan elemen langka seperti ytterbium. Menurut Gregory Meisner dari GM, kesulitan yang mereka hadapi adalah memadukan bahan tersebut menjadi kesatuan. Karena perbedaan sifat bahan menyebabkan kinerja akan menurun. 

Diselipkan
Tantangan lain adalah cara memasang TEG di di mobil. Periset telah mencoba generator bismuth telluride pada SUV. “Sekarang pemasangan dilakukan dengan menyelipkannya ke knalpot. Knalpot dipotong, seperti memasang muffler. Kami perlu merancang alat yang menyatu pada sistem kendaraan dan bukan sebagai tambahan,” harap Meisner.
Dengan kondisi pengembangan sekarang, kedua perusahaan memperkirakan, untuk memproduksi alat tersebut dalam jumlah besar dengan harga terjangkau, masih membutuhkan waktu sekitar empat tahun lagi.